Nabire, admediapapua.com – Dalam wawancaranya setelah penyampaian aspirasi menolak peredaran dan penjualan minuman keras (miras) di Kabupaten Nabire, Pdt. Drs. Sam Pilatus Waromi, M.M, selaku Ketua Umum Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG), mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap situasi yang berkembang di masyarakat.
“Kami menyikapi situasi yang berkembang selama ini. Ada begal di mana-mana, ada kematian di mana-mana. Sebagai pimpinan gereja, kami merasa terbeban dan prihatin. Ini adalah umat yang kami layani setiap hari Minggu dan dalam ibadah-ibadah lainnya,” ungkap Pdt. Waromi.
Ia menekankan bahwa banyaknya korban akibat miras membuat mereka merasa perlu untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak legislatif dan eksekutif. “Kami merasa terbeban dan ini adalah tanggung jawab kita semua. Setiap kali ada kematian, kami sebagai hamba Tuhan harus melayani dan mengembalikan mereka ke liang lahat,” tambahnya.
Pdt. Waromi juga mengingatkan bahwa jika masalah ini dibiarkan, generasi mendatang akan terancam. “Kami prihatin, dan kami sepakat untuk datang ke pihak-pihak terkait. Kami ingin berkolaborasi dengan semua stakeholder di Kabupaten untuk mencari jalan keluar,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan dan berharap agar semua pihak dapat duduk bersama untuk membahas solusi. “Kami sangat bersyukur hari ini diterima oleh Dewan secara lengkap. Kami berharap aspirasi ini bisa cepat direspon dan diakasi, termasuk pengeluaran surat perda untuk mencabut peredaran miras,” tutup Pdt. Waromi.[red]