Sorong, admediapapua.com – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sorong periode 2025–2028 resmi dilantik pada Sabtu (29/11/2025) di Gedung Pascasarjana Unimuda Kabupaten Sorong. Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, perwakilan Bupati Kabupaten Sorong, perwakilan Wali Kota Sorong, unsur Forkopimda, serta para dokter di wilayah Sorong Raya.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menekankan peran strategis profesi dokter dalam memperkuat sistem kesehatan serta peningkatan kualitas layanan masyarakat. Ia memberikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan berharap momentum ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
“Profesi dokter memiliki posisi strategis dalam memperkuat sistem kesehatan. Tantangan kita besar, mulai dari distribusi tenaga medis, tingginya angka penyakit, hingga akses pelayanan bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan pedalaman. IDI harus menjadi mitra pemerintah dalam mengatasi persoalan ini,” ujarnya.
Gubernur juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pemerataan tenaga kesehatan, peningkatan SDM, program 1000 hari pertama kehidupan, serta penyediaan akses pendidikan spesialis bagi putra-putri Papua. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan 10 beasiswa spesialis setiap tahun dalam empat tahun ke depan.
Pada kesempatan tersebut, Elisa Kambu menegaskan instruksi kemanusiaan kepada seluruh fasilitas kesehatan.

“Mulai hari ini tidak ada pasien yang boleh ditolak di rumah sakit maupun puskesmas. Pasien dalam kondisi kritis harus segera ditangani, administrasi menyusul. Kita bekerja untuk kemanusiaan, bukan mendahulukan urusan administrasi. Saya tidak mau dengar ada kasus penolakan pasien terjadi lagi di Papua Barat Daya,” tegasnya.
Ketua IDI Wilayah Papua Barat Daya, Dr. Elkana Siringoringo, melantik secara resmi 88 pengurus IDI Cabang Sorong periode 2025–2028. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelantikan tersebut.

“Ketua terpilih, Dr. Felix, sudah menyampaikan visi, misi, dan program kerja. Ini menjadi tugas kita bersama untuk memajukan organisasi profesi dokter di wilayah Sorong Raya. Semoga pelantikan ini semakin memperkuat kebersamaan dan kolaborasi,” katanya.
Ketua IDI Cabang Sorong yang baru dilantik, Dr. Feliks Duwit, Sp.PD., MSc., MPH., FINASIM, menegaskan dua tanggung jawab utama organisasi profesi dokter: internal dan eksternal.

Secara internal, IDI bertanggung jawab memastikan kompetensi, profesionalisme, etika, dan disiplin anggotanya. Secara eksternal, IDI berkewajiban menjadi mitra teknis pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan sektor kesehatan berjalan optimal hingga ke tingkat layanan masyarakat.
“Banyak fasilitas sudah tersedia, tetapi apakah mutunya sudah sesuai standar? Apakah masyarakat benar-benar bisa memanfaatkannya? Itu yang harus kita pastikan,” tegasnya.
Feliks juga menyoroti kasus viral seorang ibu yang ditolak empat rumah sakit hingga meninggal dunia, yang ia sebut sebagai bukti nyata kegagalan implementasi pelayanan kesehatan di lapangan.

“Organisasi profesi harus memastikan masyarakat memperoleh akses dan mutu layanan medis yang layak. Itu tugas kita,” ujarnya.
Pelantikan pengurus IDI Cabang Sorong periode 2025–2028 diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara organisasi profesi dokter dan pemerintah daerah, serta mendorong pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan humanis di seluruh wilayah Papua Barat Daya.[red]

















